Prof. Zudan: Change dan Learning, Dukcapil Hadapi 2020

By Admin 12 Des 2019, 09:33:39 WIB #GISA
  Prof. Zudan: Change dan Learning, Dukcapil Hadapi 2020

Setiap aparatur Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri adalah para leader atau pemimpin dalam porsi dan kapasitas masing-masing. Menurut Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh, leader adalah perpaduan harmonis dari pengetahuan, kecakapan dan keberanian.

"Dalam manajemen, leader adalah penggerak organisasi. Jadi teman-teman adalah penggerak organisasi Ditjen Dukcapil. Saya berharap teman-teman semua berada pada posisi siap untuk mewujudkan gagasan menjadi sebuah realitas. Make things happen. Bukan menjadi seseorang yang hanya menerima apa pun yang terjadi atau hanya mengamati yang terjadi di hadapannya. Yang gawat, bila seseorang itu tidak tahu apa yang sedang terjadi," kata Prof. Zudan dalam Arahan Umum Dirjen Dukcapil: Tanggapan Situasi Terkini dan Persiapan Awal Tahun 2020 di Balai Pertemuan Gedung C, kantor Ditjen Dukcapil, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

"Agar segala sesuatu itu bisa terwujud (make things happen) maka dibutuhkan selalu plan, do, check. Hari ini saya melakukan checking agar apa yang saya inginkan kemarin sekarang sudah mewujud. Apa yang saya inginkan di masa depan akan bisa terwujud. Leader inilah yang bisa menjadikan sesuatu yang di-planning-kan menjadi nyata," ujarnya.

Untuk itu Prof. Zudan mengajak segenap jajarannya untuk pertama, melakukan perubahan (change).

"Caranya kerja kita harus diubah lebih efektif dan efisien. Dari lima kali rapat dapat satu, menjadi sekali rapat dapat lima. Kalau kita tak mau berubah, maka kita akan kalah dengan lembaga yang mau mengubah dirinya," ujarnya berwejang.

Ada proses me-manage, mengatur dan melakukan tata kelola. Zudan meminta aparaturnya tidak membuang waktu dengan rapat berjam-jam sementara hasilnya minimalis. Sekarang paradigmanya harus dibalik: Rapatnya sebentar hasilnya maksimal.

"Caranya dibuatkan template, dibuat programnya, materinya dipelajari sehingga tidak debat ke sana ke mari. Begitu juga aspek juridis dikuasai sehingga cepat mengambil keputusan," kata Zudan.
 
Lebih jauh dirinya menjelaskan bahwa esensi sebuah lembaga atau institusi adalah leadership atau kepemimpinan. Sebab yang menggerakkan institusi adalah pemimpin. "Disuruh ke Selatan dia ke Selatan, diminta ke Timur dia ke Timur, tentu saja berpatokan pada regulasi."

Dirinya kembali menekankan bahwa esensi organisasi adalah kepemimpinan. Dan, kepemimpinan intinya adalah pengambilan keputusan. Sedangkan inti dari pengambilan keputusan adalah pengetahuan dan pemahaman.
Bagaimana mengambil keputusan secara cepat dan tepat? Jawabannya menurut Prof. Zudan adalah harus memiliki pengetahuan, mengerti, sekaligus menguasai persoalan (knowing and understanding).

Misalnya soal permohonan pembatalan akta kelahiran. Aparatur Dukcapil harus understanding betul dengan semua aturan, bukan hanya yang berkaitan dengan administrasi kependudukan (Adminduk). Sebab pekerjaan Adminduk itu terpengaruh oleh aturan lain, sebut saja oleh KUH-Perdata, UU Administrasi Pemerintahan, UU Perkawinan dan aturan perundangan lainnya.

"Saya menyarankan sering-seringlah teman-teman pencatatan sipil dan pendaftaran penduduk berdiskusi undang narasumber kompeten, tak usah terlalu formal untuk saling belajar, agar tepat mengambil keputusan. Sebab esensi dari keputusan adalah pada pengetahuan dan penguasaan materi," kata dia.

Bagaimana agar bisa knowing and understanding? Jawabnya adalah filosofi organisasi kedua: Learning.

"Jadi filosofi organisasi yang paling dalam adalah proses belajar, belajarlah terus menerus. Belajar tata kelola diperbaiki, substansi dan SOP-nya diperbaiki, kecepatannya juga diperbaiki. Sehingga organisasi kita terus berbenah. Maka tahun 2020 utamakan dulu proses mencerdaskan aparatur Dukcapil. Saya beri kesempatan yang teman-teman yang memiliki knowing untuk saling berbagi pengalaman," kata Zudan.
 
Pada bagian akhir Zudan mengingatkan bahwa tantangan di tahun depan akan jauh lebih berat. Sebab mulai diterapkannya perubahan eselon III dan IV ke jabatan fungsional.

Namun Zudan mengaku belum tahu apakah akan diterapkan gradual ke beberapa komponen terlebih dulu, atau langsung diterapkan ke semua instansi.

Sumber : https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/350/prof-zudan-change-dan-learning-dukcapil-hadapi-2020




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment