SP2020, Dukcapil dan BPS Sepakati Solusi Bersama

By Admin 17 Jan 2020, 10:32:42 WIB #GISA
SP2020, Dukcapil dan BPS Sepakati Solusi Bersama

Tahapan pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 (SP2020) segera dilaksanakan, mulai 15 Februari hingga Juni tahun ini. Sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini untuk kali pertama akan menggunakan data kependudukan milik Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri serta dilakukan dengan metode online.

Agar SP2020 berjalan mulus Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengajak jajarannya untuk memperkuat kelembagaan melalui Forum Satu Data Kependudukan antara BPS dan Dinas Dukcapil tingkat provinsi, dan kabupaten/kota.

"Hasil SP2020 ini akan memperkuat data kependudukan kita. Saya mengajak seluruh jajaran Dukcapil dan BPS di semua tingkatan untuk memperkuat kelembagaan, membangun chemistry serta merapikan semua prosesnya, sehingga nanti pas pelaksanaan sensus apabila terjadi bias data tidak saling menyalahkan," kata Prof. Zudan dalam rapat persiapan SP2020 dengan jajaran BPS di kantor Dukcapil, Jalan Raya Pasar Minggu KM 19, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Zudan berharap lewat forum ini,baik BPS maupun Dinas Dukcapil di 34 provinsi dan 514 kabuaten/kota di seluruh Indonesia dapat berkoordinasi dan berkomunikasi dengan lebih cair.

"Apabila ada hambatan, misalnya ada proses konsolidasi data kependudukan yang terlambat, seperti perpindahan domisili penduduk, pergeseran batas wilayah RT/RW, dan persoalan data dasar lainnya bisa langsung dikomunikasikan dan dicarikan solusinya bersama," kata Zudan memberikan arahannya.

Pada prinsipnya kata Zudan, terkait tata kerja SP2020, pihak BPS sebagai leader yang berada di muka. "Dukcapil akan 'Tut Wuri Handayani', Dukcapil akan full back up," tukasnya.

Zudan menilai, chemistry antara Dukcapil dan BPS yang terbangun di tingkat pusat sudah bagus. Hanya saja kondisi di daerah bisa tidak sama. "Maka chemistry ini sangat penting dibangun, para koordinator wilayah Dukcapil harus melakukan cipta kondisi agar suasana kerja yang baik dan chemistry-nya juga terbangun dengan bagus," kata Zudan.

"Misalnya cipta kondisi bila ada kesenjangan data di beberapa di Satuan Lingkungan Setempat (SLS) tertentu, antisipasi solusinya sudah harus disiapkan dengan baik, sehingga tidak timbul kegaduhan seperti yang terkait DPT," kata dia menambahkan.

Sementara Deputi Bidang Statistik Sosial, Margo Yuwono menyatakan sepakat dengan arahan Dirjen Dukcapil agar segala sesuatunya dikoordinasikan, dan bila ada masalah di lapangan dicarikan solusinya bersama.

Margo menyampaikan pelaksanaan SP2020 online dilakukan mulai 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Kemudian untuk mencakup penduduk yang belum melakukan sensus online, mulai Juli 2020 BPS akan menyensus melalui metode wawancara dengan mendatangi langsung ke rumah-rumah penduduk.
 
Terkait pelaksanaan sensus kepada penduduk yang belum memiliki nomor induk kependudukan (NIK) dan KTP-el, pihaknya meminta pendampingan oleh petugas Dukcapil setempat.  

Zudan pun setuju sensus dilakukan bersama, misalnya kepada suku-suku di wilayah terpencil, kepada para penganut kepercayaan, dan penduduk rentan administrasi kependudukan lainnya.

"Petugas Dukcapil nanti akan membawa peralatan lengkap, menarik jaringan internet sehingga mampu menjangkau ke masyarakat terpencil sekali pun, inilah bentuk kerja integratif Dukcapil dan BPS menyelesaikan persoalan bangsa," kata Zudan.

Zudan berharap hasil lengkap data SP2020 nanti diserahkan kembali ke Dukcapil untuk bisa dimanfaatkan oleh pihak ketiga melalui pemberian hak akses.

Margo sendiri meyakini bila data kependudukan nasional semakin lengkap dan akurat, maka Sensus Penduduk 2030 nanti sudah tidak perlu dilakukan. "Cukup dilakukan survei biasa dan ini akan menekan biaya yang luar biasa besar," pungkasnya.

Sumber : https://dukcapil.kemendagri.go.id/berita/baca/398/sp2020-dukcapil-dan-bps-sepakati-solusi-bersama




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment