Data Kependudukan Jembatan Menuju Indonesia Integrated dan Connected
Berita Terkait
- SPTJM dan Contrarius Actus, Membumikan Hukum Perdata dan Hukum Administrasi Dalam Praktek Adminduk0
- Dukcapil Kemendagri Perintahkan Disdukcapil Daerah Rangkul OPD Rapikan Data Layanan Publik0
- Diaspora yang Kehilangan NIK, Begini Cara Mengurus Kembali0
- SPTJM dan Asas Contrarius Actus, Ijtihad Hukum Dirjen Zudan Pecahkan Kebuntuan Layanan Adminduk0
- Ada 13 Macam Obat Aborsi Penggunaan Cytotec Sebagai Obat Penggugur Kandungan0
- Ini Nilai Penting Akta Kematian Bagi Ahli Waris0
- Dirjen Dukcapil Jelaskan Beda Fungsi NIK dan Nomor KK0
- Dukcapil Kabupaten Bangka Memberi Kemudahan Pelayanan untuk Melakukan Perekaman e-KTP di Rumah Warga0
- Layanan Online Pesona Dukcapil Kab.Bangka0
- KPK: Penggunaan NIK Mampu Cegah Korupsi0
Berita Populer
- Kendala NIK dan KK Saat Sensus Penduduk 2020 Online, Berikut Layanan Call Center Dukcapil
- Klik pesonadukcapil.bangka.go.id Untuk Pelayanan Online
- Seberapa Pentingkah NIK, Data Kependudukan dan KTP Elektronik?
- Apa Saja Output yang Dihasilkan dari Pelayanan Administrasi Kependudukan oleh Dukcapil?
- Cara Pengajuan Online Pesona Dukcapil Bangka
- KTP-el Berlaku Seumur Hidup, Wajib Ganti Bila Datanya Berubah
- PERMENDAGRI NO 9 TAHUN 2016 TENTANG PERCEPATAN PENINGKATAN CAKUPAN KEPEMILIKAN AKTA KELAHIRAN
- Dirjen Teguh: Data Kependudukan Dukcapil Full Support Satu Data Indonesia
- Mendagri Tito Minta ASN Jaga Integritas Kemendagri Sebagai Kementerian Triumvirat
- PERUBAHAN STANDAR PELAYANAN TAHUN 2025

Inovasi dan ingin selalu berubah lebih baik selalu ada di benak Prof. Zudan Arif Fakrulloh yang masih diamanahi pemerintah sebagai Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.
Prof. Zudan ini ternyata sangat menginginkan agar segera terwujud integrated dan connected di Indonesia, atau Indonesia yang terintegrasi serta terhubung/terkoneksi.
"Untuk itulah di tahun 2020 Dukcapil akan melanjutkan kerja sama dengan berbagai lembaga dalam hal pemanfaatan data kependudukan, KTP-el, NIK, data biometrik sidik jari, irish mata dan face recognition. Agar terwujud Indonesia yang integrated and connected, caranya dengan mendorong pemanfaatan data kependudukan. Jadi jembatannya adalah data kependudukan," kata Prof. Zudan dalam pidato refleksi akhir tahun sekaligus pelepasan pegawai Dukcapil yang memasuki masa purna bhakti di kantor pusat Dukcapil, Gedung C lantai 4, Jakarta, Selasa (31/12/2019).
Di bidang kesehatan dirinya ingin mewujudkan rumah sakit yang terintegrasi atau integrated hospital.
Kemudian dengan dunia pendidikan, dirinya mendorong agar sekolah dan perguruan tinggi terintegrasi data siswa dan mahasiswanya. "Sehingga kalau kita ketik NIK seseorang bisa keluar data ijazah SD, SMP, SMA sampai S1, S2, S3 dari perguruan tinggi mana," kata dia.
Zudan ingin ke depannya semua dokumen yang dibutuhkan masyarakat terhubung dengan nomor induk kependudukan (NIK). Itulah amanat dari UU Adminduk, yang disebut single identity number (SIN).
"Jadi GISA, big data kependudukan, Dukcapil go Digital dibangun untuk mewujudkan SIN. Bagaimana NIK itu masuk dalam semua struktur pemanfaatan data. Jadi data yang digunakan dalam semua pross pelayanan publik menggunakan data kependudukan Dukcapil," jelasnya sungguh-sungguh.








.jpg)

.jpg)


