Data Kependudukan Makin Akurat, 1.259 Lembaga Teken Kerja Sama Akses Data
Berita Terkait
- Seberapa Pentingkah NIK, Data Kependudukan dan KTP Elektronik?0
- Apa Saja Output yang Dihasilkan dari Pelayanan Administrasi Kependudukan oleh Dukcapil?0
- Single Identity Number Dukcapil Mudahkan Proses Bisnis0
- Antusias Warga Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu untuk Tertib Administrasi Kependudukan0
- Data Kependudukan Jadi Kunci Tertib Adminduk0
- Dukcapil Kawal Perbaikan dan Pengelolaan Data BPJS Kesehatan0
- PERCEPAT PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN, DP3ACSKB BABEL GELAR BIMTEK PIAK0
- Tertib Administrasi Kependudukan Warga Bukit Layang Bangka0
- Prioritaskan Blanko KTP-el Untuk Perekaman Baru0
- Persyaratan Penerbitan KIA0
Berita Populer
- Kendala NIK dan KK Saat Sensus Penduduk 2020 Online, Berikut Layanan Call Center Dukcapil
- Klik pesonadukcapil.bangka.go.id Untuk Pelayanan Online
- Seberapa Pentingkah NIK, Data Kependudukan dan KTP Elektronik?
- Apa Saja Output yang Dihasilkan dari Pelayanan Administrasi Kependudukan oleh Dukcapil?
- Cara Pengajuan Online Pesona Dukcapil Bangka
- KTP-el Berlaku Seumur Hidup, Wajib Ganti Bila Datanya Berubah
- PERMENDAGRI NO 9 TAHUN 2016 TENTANG PERCEPATAN PENINGKATAN CAKUPAN KEPEMILIKAN AKTA KELAHIRAN
- Dirjen Teguh: Data Kependudukan Dukcapil Full Support Satu Data Indonesia
- Mendagri Tito Minta ASN Jaga Integritas Kemendagri Sebagai Kementerian Triumvirat
- PERUBAHAN STANDAR PELAYANAN TAHUN 2025

Data kependudukan yang dikelola Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri sudah semakin lengkap dan akurat. Itu sebabnya semakin banyak instansi pemerintah dan swasta yang memanfaatkan big data kependudukan milik Ditjen Dukcapil Kemendagri.
Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh menyebutkan, saat ini tak kurang 1.259 lembaga yang menaruh trust pada data Dukcapil dan menggunakannya sebagai alat verifikasi.
Selama hampir lima tahun menjabat Dirjen Dukcapil, dirinya sedikit flash back ke belakang ketika instansinya mulai mengenalkan sisi manfaat data kependudukan Dukcapil untuk kemudahan pelayanan publik.
Di awal-awal hanya sedikit lembaga yang percaya pada akurasi data kependudukan Dukcapil. "Banyak orang berpikir nggak mungkin Indonesia bisa melakukan verifikasi dengan data kependudukan Dukcapil," kata Zudan dalam acara Indonesia Remittance Forum 2 (IRF2) yang dihelat Asosiasi Penyelenggara Pengiriman Uang Indonesia (APPUI) di Jakarta, Selasa (1/10/2019).
Pertama kali pemanfaatan data Dukcapil tahun 2013, menurut Prof. Zudan, hanya 10 lembaga yang bersedia teken kerja sama. "Pada waktu saya menjabat tahun 2015 hanya ada 24 lembaga yang mau tanda tangan perjanjian kerja sama. Jadi tiga tahun pertama hanya 46 ditambah 24 lembaga menjadi 76 lembaga yang menandatangani kerja sama pemanfaatan data kependudukan dengan Ditjen Dukcapil," imbuhnya.
Dalam acara ini dilakukan juga penandatanganan kerja sama pemanfaatan data kependudukan Dukcapil oleh Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh beserta 20 anggota APPUI.
"Dengan penandatanganan kerja sama ini diharapkan proses bisnis pengiriman uang anggota APPUI menjadi lebih aman dan akuntabel. Sekaligus bisa mencegah berbagai fraud seperti money laundering, pendanaan terorisme, dan jual-beli narkoba dan obat-obatan terlarang," kata Prof. Zudan.
Acara ini digelar dalam rangka memberikan pengetahuan digital yang meluas kepada para anggota APPUI di antaranya terkait transfer dana, perkembangan anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan teroris.
"Peranan Ditjen Dukcapil sangat penting bagi kami APPUI karena kami harus mengikuti peraturan Bank Indonesia mengenai APUPPT (Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Teroris), untuk mengikuti peraturan itu kami tentunya kami harus mengetahui siapa pengirim dan siapa penerima, jadi untuk itulah kami perlu melakukan pengecekan melalui data-data yang dimiliki Ditjen Dukcapil," papar Ketua Umum APPUI Eddy Hadiyanto.








.jpg)

.jpg)


